Green barley termasuk kelompok serelia. biji-bijian ini
cocok ditanam pada musim dingin dan musim semi. Barley tumbuh dengan subur
di daerah beriklim sedang pada musim semi dan dapat dipanen setelah 90 hari. Barley
juga tumbuh di daerah sub-artik, seperti Alaska dan Norwegia, di mana musim
panen lebih pendek. Karena tanaman ini mempunyai daya tahan yang baik
terhadap panas, maka ia tumbuh dengan sangat mudah di daerah gurun seperti di
Afrika Utara.
Green barley mempunyai kandungan senyawa biokimia aktif
yaitu berupa senyawa fitokimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut
adalah:
Lignan, estrogen
tanaman (fitoestrogen) yang diduga mampu menekan resiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada beberapa
percobaan.
Asam fitat, mengurangi
kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes,
serta memberikan efek perlindungan
terhadap resiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar).
Saponin, fitosterol,
squalen, orisanol, dan toko-trienol mampu menurunkan kadar kolesterol darah.
Senyawa-senyawa
fenol, berperan sebagai antioksidan yakni mampu mengikat ion-ion radikal
bebas, sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.
Beta gkukan serat
larut dalam air, merupakan polisakarida yang tersusun atas monomer
D-glukosa. Sebagai serat larut, telah banyak diteliti manfaatnya. Diantaranya adalah
peranannya dalam menurunkan kolesterol LDL serta mengontrol kadar glukosa
darah, penyebab meningkatnya resiko penyakit jantung.
Kelebihan lain dari green barley adalah mengandung klorofil
yaitu pigmen warna hijau daun. Pigmen ini selain memberikan warna hijau pada
produk makanan, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk mencegah
pembentukan radikal bebas di dalam tubuh.