Kamis, 09 Juni 2016

Ikan Lele

Selain kandungan protein tawaran lain yang diberikan dari ikan lele adala kandungan seleniumnya. Setiap 140 gram ikan lele mengandung 20,7 mikrogram selenium. Komponen ini membantu melindungi diri dari penyakit jantung serta menetralkan pengaruh alkohol dan merokok. Selain itu selenium juga membantu meningkatkan keperkasaan pria. 

Namun beberapa studi mengaitkan selenium dapat menyebabkan penurunan jumlah sel-sel pertahanan tubuh sehingga dapat meningkatkan resiko kematian pada penderita defisiensi imun seperti pengidap HIV.

Ikan Mujaer

Tekstur daging yang lembut dan enak, harganya murah dan mudah diapatkan di berbagai pasar tradisional. Ikan ini dulunya diangap hama oleh para peternak ikan, namun kini justru dibudidayakan. Tiap 115 gram mujaer mengandung 21 gram protein, 2,5 gram lemak dan 60 miligram sodium; dengan begitu mujaer cukup layak untuk dijadikan alternative sumber protein 

Ikan Bandeng

Ikan bandeng dapat diandalkan sebagai sumber protein. Setiap 100 gram bandeng mengandung 20 gram protein. Tak kalah dari ikan laut, ikan bandeng juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini bermanfaat mencegah terjadnya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurangi resiko terbentuknya ateroskelrosis dan mencegah penyakit jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolestromik yang dpat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Selasa, 07 Juni 2016

Ikan Mas

Ikan mas mungkin bukan ikan asli Indonesia namun sudah dikembangkan di Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Ada beberapa jenis ikan mas dikembangbiakkan di Indonesia untuk tujuan konsumsi. Diantaranya ikan mas Punten, Sinyonya atau Putri Jogja, Taiwan, Merah, Majalaya, Hitam, Yamato, dan lokal. Ikan mas kandungan nutri dalam setiap 100 gram ikan mas adalah 16 gram protein, 2 gram lemak, 20 miligram kalsium, 2 miligram zat besi, dan 86 kalori.

Kecap

Seperti bahan makanan lain yang berbahan dasar kedelai, kecap menawarkan manfaat dari bahan dasarnya. Telah diketahui bahwa kedelai memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama kadar protein dan karbohidrat. 

Mutu protein kedelai termasuk unggul dibandingkan tanaman sumber protein lain. Hal ini disebabkan karena banyaknya asam amino esensial yang terdapat di dalam kedelai, seperti arginin, iosleusin, leusin, metionin, treonin dan triptofan. Bahkan beberapa kecap yang beredar di pasaran sudah diperkaya dengan zat gizi tambahan seperti yodium, vitamin A, dan zat besi.

Tahu

Tahu seringkali menjadi alternative pengganti daging untuk mendapat asupan protein, hanya saja dibutuhkan lebih banyak tahu untuk mendapatkan protein yang setara dengan daging. 100 gram tahu mengandung 17,2 gram protein. Sebagai perbandingan 150 gram daging rendah lemak kandungan proteinnya setara dengan 290 gram tahu. Namun tentu saja tahu lebih murah daripada daging dan sekaligus mendapatkan bonus manfaat dari kedelai.

Tauco

Tauco adalah hasil olahan fermentasi dari kedelai. Ada yang berbentuk semi padat , ada yang encer. Aroma dan rasanya khas. Biasanya digunkan untuk menambahka aroma pada berbagai jenis masakan. Kandungan gizinya juga lumayan.menurut direktora gizi Depkes RI 100 gram tauco mengandung 10,4 gram protein; 24,1 gram karbohidrat; 4,9 gram lemak dan 166 kalori

Oncom

Meskipun termasuk makan limbah, kandungan gizi oncom termasuk lumayan. Menurut C. Soejoeti Tarwotjo dalam buku dasar-dasar gisi kuliner dalam setiap 100 gram oncom mengandung 13,8 gram protein, 6 gram lemak, 968 miligram serat. Oncom juga mengandung mineral lain seperti fosfor dan  zat besi

Green Barley

Green barley termasuk kelompok serelia. biji-bijian ini cocok ditanam pada musim dingin dan musim semi. Barley tumbuh dengan subur di  daerah beriklim sedang pada musim semi dan dapat dipanen setelah 90 hari. Barley juga tumbuh di daerah sub-artik, seperti Alaska dan Norwegia, di mana musim panen lebih pendek. Karena tanaman ini mempunyai daya tahan yang baik terhadap panas, maka ia tumbuh dengan sangat mudah di daerah gurun seperti di Afrika Utara.

Green barley mempunyai kandungan senyawa biokimia aktif yaitu berupa senyawa fitokimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut adalah:

Lignan, estrogen tanaman (fitoestrogen) yang diduga mampu menekan resiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada beberapa percobaan.

Asam fitat, mengurangi kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes, serta memberikan  efek perlindungan terhadap resiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar).

Saponin, fitosterol, squalen, orisanol, dan toko-trienol mampu menurunkan kadar kolesterol darah.

Senyawa-senyawa fenol, berperan sebagai antioksidan yakni mampu mengikat ion-ion radikal bebas, sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Beta gkukan serat larut dalam air, merupakan polisakarida yang tersusun atas monomer D-glukosa. Sebagai serat larut, telah banyak diteliti manfaatnya. Diantaranya adalah peranannya dalam menurunkan kolesterol LDL serta mengontrol kadar glukosa darah, penyebab meningkatnya resiko penyakit jantung.


Kelebihan lain dari green barley adalah mengandung klorofil yaitu pigmen warna hijau daun. Pigmen ini selain memberikan warna hijau pada produk makanan, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk mencegah pembentukan radikal bebas di dalam tubuh.