Selasa, 07 Juni 2016

Green Barley

Green barley termasuk kelompok serelia. biji-bijian ini cocok ditanam pada musim dingin dan musim semi. Barley tumbuh dengan subur di  daerah beriklim sedang pada musim semi dan dapat dipanen setelah 90 hari. Barley juga tumbuh di daerah sub-artik, seperti Alaska dan Norwegia, di mana musim panen lebih pendek. Karena tanaman ini mempunyai daya tahan yang baik terhadap panas, maka ia tumbuh dengan sangat mudah di daerah gurun seperti di Afrika Utara.

Green barley mempunyai kandungan senyawa biokimia aktif yaitu berupa senyawa fitokimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut adalah:

Lignan, estrogen tanaman (fitoestrogen) yang diduga mampu menekan resiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada beberapa percobaan.

Asam fitat, mengurangi kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes, serta memberikan  efek perlindungan terhadap resiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar).

Saponin, fitosterol, squalen, orisanol, dan toko-trienol mampu menurunkan kadar kolesterol darah.

Senyawa-senyawa fenol, berperan sebagai antioksidan yakni mampu mengikat ion-ion radikal bebas, sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Beta gkukan serat larut dalam air, merupakan polisakarida yang tersusun atas monomer D-glukosa. Sebagai serat larut, telah banyak diteliti manfaatnya. Diantaranya adalah peranannya dalam menurunkan kolesterol LDL serta mengontrol kadar glukosa darah, penyebab meningkatnya resiko penyakit jantung.


Kelebihan lain dari green barley adalah mengandung klorofil yaitu pigmen warna hijau daun. Pigmen ini selain memberikan warna hijau pada produk makanan, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk mencegah pembentukan radikal bebas di dalam tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar